Bitcoin bakal Masuk Momen Halving Day, Bos Indodax Peringatkan Bahaya FOMO, Apa Itu?

25 Mei 2023, 11:00 WIB
Ilustrasi transaksi uang kripto di Indonesia. Ini adalah daftar yang paling cuan selama bulan ini. /Unsplash/Executium

ZONA SURABAYA RAYA - Bitcoin sebentar lagi akan memasuki halving day.

Istilah Halving Day di dunia kripto secara sederhana dapat diartikan untuk menyebut momen berkurangnya imbalan para penambang Bitcoin.

Sehingga biasanya setelah momen tersebut harga Bitcoin melonjak drastis.

Kenaikan Bitcoin pasca momen Halving Day seringkali juga diikuti oleh kenaikan aset kripto lain.

Baca Juga: Kripto dalam Dunia Sepakbola, Bagaimana Peluangnya?

Momen Halving Day terjadi 4 tahun sekali, terakhir pada tahun 2023 lalu. Sehingga momen Halving Day berikutnya dijadwalkan akan terjadi pada tahun 2024 nanti.

Menjelang momen Bitcoin Halving Day, CEO Indodax, Oscar Darmawan angkat bicara mengenai kesalahan investor kripto pemula di dunia Kripto.

Baca Juga: Terbaru, Exchange Kripto Hotbit Bangkrut? Bagaimana Nasib Pengguna?

Dilansir dari Antaranews, 23 Maret 2023, Oscar mengatakan bahwa banyak ditemui investor pemula yang terkena FOMO atau Fear of Missing Out yakni membeli aset kripto begitu saja tanpa sesuai perencanaan awal dan riset mendalam.

Istilah FOMO di dalam dunia kripto populer sepanjang tahun 2021 lalu, yakni perasaan takut tertinggal setelah harga aset kripto melonjak.

Sehingga investor yang terkena FOMO akan membeli aset kripto yang melonjak tersebut.

Sayangnya, FOMO memiliki resiko tinggi, yakni harga aset kripto yang dibeli saat melonjak, bisa turun drastis dalam beberapa saat, sehingga investor kripto akan merugi.

Sehingga dari istilah FOMO ini kemudian munculah kalimat "Beli hijau jual merah", yang artinya beli saat harga tinggi dan jual saat harga turun.

Dalam pernyataannya, Oscar menekankan penggunaan uang dingin bukan uang panas, sehingga apabila merugi, investor tidak akan terganggu kehidupan ekonominya.

Baca Juga: Kisruh Rumah Tangga Harga Token Kripto Lesti Kejora dan Rizky Billar Turun Tajam Pagi ini

Menurut Oscar, Uang dingin sendiri berarti bukan uang utama, dalam artian uang tersebut yang tidak digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, atau bukan uang untuk keperluan mendesak.

CEO Indodax ini kemudian menekankan pentingnya riset mandiri secara mendalam sebelum memutuskan untuk membeli Bitcoin.
Oscar menunjuk dua hal yang penting untuk diamati, yakni analisa secara fundamental dan teknikal.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Adik Indra Kenz, Nathania Kesuma Terima Rp9 Miliar, dan Simpan Aset Kripto Rp35 Miliar

Indodax adalah exchange kripto terbesar di Indonesia. Didirikan tahun 2014 lalu dengan nama Bitcoin.co.id, Indodax telah memasuki usia 9 tahun di tahun 2023 ini.

Meskipun menjadi exchange kripto terbesar di Indonesia, Indodax sempat mendapatkan banyak kritik pada tahun 2021 lalu karena sering maintenance.

Transaksi Kripto mempunyai resiko yang tinggi. Tidak ada saran dan ajakan untuk masuk dunia kripto. ***

Editor: Rangga Putra

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler