Menelusuri Jejak Gereja Katolik 'Yesus Gembala yang Baik' di Stasi Ngunut, Perjalanan Panjang Menuju Kemajuan

- 20 April 2024, 19:33 WIB
Umat Stasi Ngunut Tulungagung
Umat Stasi Ngunut Tulungagung /Timothy Lie/Zona Surabaya Raya

 

ZONA SURABAYA RAYA - Dahulu kala, warga Katolik di sekitar Ngunut, Tulungagung harus menempuh perjalanan sejauh 15 km ke Tulungagung untuk mengikuti Misa Ekaristi.

Namun, semangat tak pernah padam. Pada awal 1973, seorang Katekis bernama Bapak Gandung ditempatkan di Ngunut untuk memberikan pelajaran agama kepada empat anak di rumah Bapak Antonius Soedjiman di Desa Pulosari Ngunut.

Inisiatif untuk mendirikan Gereja Stasi Ngunut dimulai pada tahun 1979 atas prakarsa Bapak Cuk Soekiat, dengan dukungan dari tokoh-tokoh Katolik lokal.

Baca Juga: Perayaan Kamis Putih, Momen Sakral Umat Katolik Menutup Masa Pra Paskah Masuki Tri Hari Suci

Misa perdana diadakan di rumah Bapak J. Soejono di Desa Gilang pada Minggu sore, dihadiri oleh sembilan orang dari tiga keluarga.

Dari sana, perkembangan umat semakin pesat.

Pada tanggal 6 Mei 1982, secara resmi terbentuklah Stasi "Yesus Gembala yang Baik" dengan Pastur Silvano Ponticelli, CM, sebagai pembimbing rohani pertama.

Dalam perjalanan menuju kemajuan, umat setempat bersepakat untuk membangun gereja mereka sendiri.

Halaman:

Editor: Timothy Lie


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah