Katanya Setan Dibelenggu di Bulan Ramadhan, Tapi Mengapa Godaan Masih Ada? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

- 3 April 2024, 10:00 WIB
Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat /Tangkapan Layar/Youtube Adi Hidayat Official

ZONA SURABAYA RAYA - Bulan Ramadan, bulan penuh berkah dan ampunan, identik dengan kalimat "setan dibelenggu". Namun, realitanya, godaan maksiat masih saja terasa. Benarkah setan dibelenggu? Jika ya, mengapa godaan masih ada?

Memahami Makna "Setan Diikat"

Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menyatakan, "Ketika masuk bulan suci Ramadan, maka setan-setan dibelenggu, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup."

Melansir Youtube Taman Firdaus, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan makna hadits ini dalam dua sudut pandang: tekstual dan kontekstual.

Baca Juga: Mau Pahala Melimpah? Ini Rahasia Sedekah di Bulan Ramadhan menurut Buya Yahya!

Secara tekstual, hadits ini dipahami secara harfiah: setan benar-benar diikat dan tidak mampu menggoda manusia. Namun, realita menunjukkan bahwa maksiat masih terjadi di bulan Ramadan.

Oleh karena itu, Ustadz Adi Hidayat menawarkan pemahaman kontekstual. "Diikat" dimaknai sebagai bahasa kiasan, bukan harfiah. Hal ini merujuk pada dua hal:

1. Melemahnya Pengaruh Setan:

  • Motivasi manusia untuk beribadah meningkat di bulan Ramadan.
  • Amal shaleh dilipatgandakan, sehingga pahala lebih mudah diraih.
  • Manusia lebih terjaga dari maksiat karena atmosfer Ramadan yang religius.

Kondisi-kondisi ini membuat pengaruh setan melemah dan manusia lebih mudah terhindar dari godaannya.

2. Kuatnya Kehendak Manusia:

Halaman:

Editor: Rangga Putra

Sumber: YouTube Taman Firdaus


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x