Wow! Smelter Freeport di Gresik Mulai Beroperasi Juni 2024, Jokowi: Kita akan Rekrut 20 Ribu Anak Muda!

- 20 April 2024, 20:00 WIB
Presiden RI Joko Widodo saat memberi keterangan pers usai meninjau proyek pembangunan smelter PT Freeport di kawasan JIIPE, Kabupaten Gresik, Jatim, beberapa waktu lalu.
Presiden RI Joko Widodo saat memberi keterangan pers usai meninjau proyek pembangunan smelter PT Freeport di kawasan JIIPE, Kabupaten Gresik, Jatim, beberapa waktu lalu. /PT FREEPORT/

ZONA SURABAYA RAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa kabar gembira bagi generasi muda Indonesia. Pada bulan Juni 2024, smelter raksasa milik PT Freeport di Gresik, Jawa Timur, akan resmi beroperasi.

Pembangunan smelter ini menandakan tonggak penting dalam upaya hilirisasi sumber daya alam Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja yang luas bagi para pemuda.

Mimpi Hilirisasi Menjadi Nyata

Selama ini, Indonesia hanya mengekspor bahan mentah tambang, seperti konsentrat tembaga dan emas, ke negara lain. Hal ini tentu saja merugikan karena nilai tambah yang dihasilkan jauh lebih besar bila diolah di dalam negeri.

Baca Juga: Bupati Gresik Gus Yani Berharap Smelter PT Freeport Indonesia tetap Dibangun di JIIPE

Kegigihan Presiden Jokowi dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam akhirnya membuahkan hasil.

Pembelian saham mayoritas PT Freeport oleh BUMN pada tahun 2018 menjadi kunci utama. Dengan kepemilikan saham mayoritas, Indonesia memiliki kekuatan untuk mewajibkan Freeport membangun smelter di Indonesia.

"Tidak mudah mengajak mereka untuk membangun industri smelter itu. Karena sudah terbiasa mengirim bahan mentah dikirim ke Jepang, ada yang dikirim ke Spanyol, industri smelternya ada di sana," kata Jokowi dalam sambutannya di Muktamar XX IMM di Palembang, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu.

"Berarti kita kehilangan nilai tambah yang pertama yang kedua kita kehilangan yang namanya kesempatan kerja bagi anak bangsa," sambungnya.

Menciptakan Lapangan Kerja dan Meningkatkan Nilai Tambah

Smelter Freeport Gresik diproyeksikan akan menjadi salah satu smelter terbesar di dunia. Kapasitas pengolahannya mencapai 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan menghasilkan emas batangan sebanyak 50-60 ton per tahun.

Halaman:

Editor: Rangga Putra

Sumber: Kementerian ESDM RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah