The History of Rujak Cingur Pecah Rekor di Hari Jadi Kota Surabaya 2024, Begini Filosofinya Versi Eri Cahyadi

- 19 Mei 2024, 19:30 WIB
Festival Rujak Uleg 2024 di Balai Kota Surabaya, Minggu 19 Mei 2024
Festival Rujak Uleg 2024 di Balai Kota Surabaya, Minggu 19 Mei 2024 /Zona Surabaya Raya

ZONA SURABAYA RAYA - Festival Rujak Uleg 2024 dalam rangka memeringati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 tahun ini sukses digelar di Balai Kota, Minggu 19 Mei 2024. Kali ini Festival Rujak Uleg 2024 mengusung tema The History of Rujak Cingur. Apa filosofinya?

Ada yang berbeda dari penyelenggaraan Festival Rujak Uleg 2024. Selain digelar di Balai Kota Surabaya, kegiatan ini dimeriahkan dengan penampilan teatrikal bertema Pasar Suroboyo hingga fashion show.

Festival Rujak Uleg 2024 juga tak hanya melibatkan jajaran Forkopimda Kota Surabaya. Namun, Perguruan Tinggi hingga tamu delegasi dari berbagai negara juga ikut berpartisipasi.

Dalam fashion show busana itu, ada sekitar 128 peserta yang diikuti oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya. Masing-masing peserta fashion show itu, memperagakan busana Surabaya European Style, Surabaya Oriental Looks, Surabaya Ampel's Fusion, dan Surabaya Local Pride.

Baca Juga:

Filosofi Rujak Uleg

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Surabaya Kota Armuji tampak hadir dalam festival Rujak Uleg 2024. Mereka berdua hadir di tengah masyarakat bukan sekadar menjadi tuan rumah, akan tetapi juga sebagai pemeran utama dalam teatrikal Pasar Suroboyo.

Tak mau ketinggalan, istri Wali Kota Eri Cahyadi, Rini Indriyani turut hadir sekaligus menjadi bagian dari teatrikal tersebut.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan alasan dipilihnya tema ‘The History of Rujak Cingur’ dalam Festival Rujak Uleg 2024. Menurutnya, ada filosofinya. Sebab rujak uleg adalah simbol dari rasa kebersamaan, toleransi, persatuan, kesatuan, dan gotong royong warga Surabaya.

“Tadi kan disampaikan bagaimana cerita teatrikal sedikit, Surabaya diduduki Belanda. Ketika itu, Belanda meminta agar warga pindah dari Kota Surabaya untuk dikuasai. Tetapi, bagaimana warga Surabaya menjadi satu kesatuan mengusir Belanda, dan itu dituangkan di dalam rujak uleg,” ungkap Wali Kota Eri Cahyadi.

Halaman:

Editor: Ali Mahfud


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah