Kredit Macet Rp200 Miliar Dihentikan, JCW Mempertanyakan Kejari Sidoarjo

- 2 April 2024, 20:00 WIB
Kredit Macet Rp200 Miliar Dihentikan, JCW Mempertanyakan Kejari Sidoarjo
Kredit Macet Rp200 Miliar Dihentikan, JCW Mempertanyakan Kejari Sidoarjo /Anto H

Baca Juga: Skandal Dugaan Korupsi di Sidoarjo, Penyidik KPK Dalami Kasus Pemotongan Insentif

"Ini karena faktor apa tim penyidik menghentikan SP3 kasus 200 miliar. Ingat bank BTN itu plat merah jangan sampai negara dirugikan kembali oleh ulah, oknum-oknum yang mengeruk keuntungan pribadi," Tegas Sigit.

Sigit selaku Ketua Umum JCW, berjanji akan mengawal kasus ini hingga ke pusat, sehingga Jaksa Agung, ST Burhanuddin, mengetahui apa yang terjadi di daerah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, apalagi menyangkut mega korupsi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Dr. Mia Amiati merespon terkait berita tentang penghentian perkara dugaan korupsi kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk terkait refinancing kredit kepada PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) senilai Rp 200 miliar dengan Alasan tidak cukup bukti.

Mia Amiati mengatakan, pihaknya sudah meminta klarifikasi pada Kepala Kejari Sidoarjo terkait penghentian perkara tersebut. Dan pihak Kejari Sidoarjo menyampaikan pertimbangan pihaknya melakukan SP3 terhadap perkara tersebut adalah karena pencairan kredit BTN kepada PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) senilai Rp200 miliar sudah sesuai aturan dan dipergunakan sesuai dengan peruntukan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi BPPD Kabupaten Sidoarjo: KPK Panggil Sulistyono sebagai Saksi

Lebih lanjut dikatakan Mia, bahwa kredit investasi yang diberikan BTN kepada PT BCM tersebut memang dipergunakan untuk membiayai kembali (refinancing) objek yang sudah ada, bukan untuk membiayai proses pembangunannya.

Jaminan atas kredit tersebut terdiri dari 29 bidang sertifikat senilai lebih dari Rp783,4 miliar berdasarkan appraisal tahun 2014.

Yang dlm hal ini jaminan kredit terkait fasilitas kredit investasi-refinancing BTN Sidoarjo sebesar Rp200 miliar rasionya lebih 400 persen dari nilai kreditnya.

Bahwa benar Pihak PT BCM sempat mengalami permasalahan keterlambatan angsuran pembayaran kredit karena adanya pandemic Covid 19.

Halaman:

Editor: Timothy Lie


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah