Kantor Kejari Bondowoso Diobok-Obok KPK, Alat Bukti Dugaan Korupsi Ditemukan

- 20 November 2023, 17:10 WIB
Logo KPK.
Logo KPK. /Pikiran Rakyat/Asep Bidin Rosidin/

 

ZONA SURABAYA RAYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Jawa Timur pada Minggu, 19 November 2023 kemarin.

Penggeledahan tersebut terkait dengan kasus dugaan suap yang menjerat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso Puji Triasmoro.

Dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, pada Senin 20 November 2023, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, bahwa benar, pada 19 November tim penyidik KPK telah selesai melakukan penggeledahan di Kantor Kejaksaan Negeri Bondowoso Jawa Timur.

Baca Juga: Kantor Kejaksaan Bondowoso Digeledah KPK, Pasca OTT

Lebih lanjut diungkapkan Ali Fikri, bahwa tim penyidik KPK mengobok-obok beberapa ruangan di Kejari Bondowoso dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga dapat memperkuat sangkaan tim penyidik kepada Kajari Bondowoso dan tersangka lainnya.

Penggeledahan, ungkap Ali Fikri, dilakukan di beberapa ruangan kerja, dimana diperoleh dokumen yang terkait perkara yang sedang KPK selesaikan penyidikannya.

Ali Fikri juga menyatakan bahwa segera dari hasil penggeledahan bakal dijadikan barang bukti dalam perkara dimaksud.

Diketahui, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait perkara pengurusan kasus di Kejaksaan Negeri Bondowoso, Jawa Timur.

Baca Juga: Ini Harta Kekayaan Kejari Bondowoso yang Terjaring OTT KPK

Dalam kasus tersebut, dikatakan Deputi Penindakan KPK Irjen Rudi Setiawan saat saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis 16 November 2023, total empat orang ditetapkan sebagai tersangka, dan salah satunya yakni Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Puji Triasmoro alias PJ.

“Ada empat orang ditetapkan sebagai tersangka, mereka yakni PJ (Puji Triasmoro), Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, AKDS (Alexander Kristian Diliyanto Silaen), Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bondowoso, YSS (Yossy S Setiawan) pihak swasta/pengendali CV WG (Wijaya Gemilang) dan AIW (Andhika Imam Wijaya) pihak swasta/pengendali CV WG (Wijaya Gemilang)," ungkapnya.

Terkait dengan kebutuhan proses penyidikan, lanjut Rudi, empat orang tersangka bakal ditahan selama 20 hari ke depan, sementara itu tim penyidik menahan para tersangka masing-masing untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 16 November 2023 sampai dengan 5 Desember 2023 di rutan KPK.***

Editor: Timothy Lie

Sumber: Polda Metro Jaya Zona Surabaya Raya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah